Senin, 10 Oktober 2011

Pesawat Produksi Indonesia ( Bagian 1 )

1. PZL-104 under licence sebagai Gelatik.










LAPIP kependekan dari Lembaga Persiapan Industri Penerbangan diresmikan pada 16 Desember 1961, dibentuk oleh KASAU untuk mempersiapkan Industri Penerbangan yang mempunyai kemampuan untuk mendukung kegiatan penerbangan nasional Indonesia
Sehubungan dengan ini LAPIP pada tahun 1961 menandatangani perjanjian kerjasama dengan CEKOP (industri pesawat terbang Polandia) untuk mebangun sebuah industri pesawat terbang di Indonesia.

Kontrak dengan CEKOP:
  • Menbangun gedung untuk fasilitas manufaktur pesawat terbang
  • Pelatihan SDM
  • Memproduksi PZL-104 Wilga under licence sebagai Gelatik
  Pesawat Gelatik diproduksi sebanyak 44 unit,dipergunakan sebagai pesawat pertanian, transpor ringan dan aero-club.

2.  Kunang produksi era Nurtanio
Kunang adalah pesawat produksi LIPNUR cikal bakal dari PT Dirgantara Indonesia. 

 3. Belalang produksi era Nurtanio
Belalang adalah pesawat produksi LIPNUR cikal bakal dari PT Dirgantara Indonesia.

4. Sikumbang produksi era Nurtanio
Sikumbang adalah pesawat serang produksi LIPNUR cikal bakal PT Dirgantara Indonesia
Kondisi Pesawat Sikumbang Sekarang

 Tipe Pesawat serang anti gerilya (COIN)
 Produsen LIPNUR
 Perancang Nurtanio
 Status Eksperimental
 Pengguna Indonesia  
                          Bersambung...
Share

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 KIRAYA and Powered by Blogger.